Selasa, 28 Juni 2011

Kala Hati Sedang Gelisah



Kala Hati sedang Gelisah
Alunan musik itu mengingatkan aku akan perkenalan dengan gadis di pub itu minggu lalu, kerlingan matanya yang menggoda membuat jantung ini berdegup kencang, darah pun terasa mendesir tak karuan sedemikian rupa, terlebih lagi saat ia menarik lengan ini tuk masuk diantara kerumunan orang-orang yang sejak tadi berjingkrak ria mengikuti hentakan musik yang dimainkan DJ dari atas sana, aku nampak “blo’on” seolah tak mengerti apa yang sedang terjadi dan mengapa aku berada ditempat seperti ini, ooohh Tuhan, aku hanya bisa menahan perasaan ini, akal sehatku pun perlahan mulai meregang, yang ada di pikiran ini hanya kesempatan, kesempatan, dan kesempatan, yang kata orang tak akan datang untuk kedua kali.
Ia berbisik perlahan di telinga ini, “ayolaaah”… Mataku terpejam, seketika melambung sukma ini….entah harus bagaimana lagi ini?? Aku semakin terjebak, aku semakin tak kuasa untuk menahan hal-hal yang “diinginkan”, setan di kepala ini mulai menertawakanku, mereka berteriak-teriak dengan lantangnya: “bodoh, sangat bodoh kau, jika kau lewatkan ia begitu saja”.
Dari alam mimpi ini aku tersentak, terbangun dari tidurku. Aku memandang ke seluruh sudut kamar, sepi!!, yang terdengar hanya alunan musik itu yang mengalun keluar dari telepon selularku, terlintas di benak ini ingin rasanya aku menghubungi nomor itu, nomor yang pernah ia berikan padaku. Namun suara hati berbisik, mengapa kau terpikir seperti itu?? Apakah engkau selalu merasa tak memiliki apa-apa?? Mengapa pula engkau selalu enggan untuk ikut melaksanakan “sunnah” nya?? Bukankah itu akan lebih baik, dan itupun jalan yang di ridhai oleh Tuhanmu??
Saat ini ada seseorang yang tiba-tiba hadir dihadapanku dan raut wajahnya selalu membayangi langkah ini, rasa ini nampaknya sulit untuk bersembunyi. Ingin terungkapkan!!
Kala hati sedang gelisah, ingin rasanya aku lebih mengenal siapa dirimu dan meminangmu, aku rasa sudah bukan waktunya saat ini untuk saling mengumbar basa-basi, berucap dengan kata-kata manisnya cinta yang kebanyakan orang dapat terbuai olehnya. Semoga ini bukan hanya mimpi di siang bolong, semoga ke’ “blo’on”-an itu tak hinggap lagi di kepala ini.
Wahai seseorang yang belum kukenal, terimalah keinginan ini untuk menggenapkan separuh agamaku!!.

Bogor 28 Juni 2011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar