Kamis, 16 Juni 2011

Dawai Hati


Kala engkau melangkah diruang itu, tak sengaja dirimu berpapasan dengan seorang lelaki, lelaki bermata lembut. Tatap matanya tertangkap oleh bulatnya tatapan matamu dan tanpa kau sadari ada yang tersentak dari dalam dadamu…..
Setelah seharian berkutat pada kesibukan berbagai aktifitas diluar, sore itu pun berlanjut dengan menelusuri kemacetan ibu kota dan kondisi jalan raya yang semakin hari kian tidak kondusif. Tiba dirumah, kembali dirimu disibukkan dengan merapikan diri. Saat berkaca, tatapanmu menatap cermin dan teringat kembali akan senyum lelaki bermata lembut itu dan bergumam dalam hati “akh, ini hanya terbawa perasaan belaka”.
Saat malam tiba dan hendak menuju ke peraduan engkau menghempaskan tubuhmu diatas seprei yang engkau rapikan sore tadi. Pikiranmu jauh menerawang dan menuntunmu kembali teringat akan mata lembut itu, mata yang telah membuat hatimu tersentak…..
Kau menyendiri, terbaring diatas seprei itu, sambil bersenandung….senandung nyanyian kasmaran, dan tersenyum, entah untuk siapa..kau pahat langit-langit kamar dengan angan-angan yang mengukir heningnya malam dengan bayang-bayang.
Nampaknya engkau tengah memanjakan sesuatu yang tadi kau sebut dengan “perasaan”. Jangan hanya diam dan kau simpan rasa itu, malam yang kau sapa akan lewat tanpa jawab. Bersikaplah jujur dan terbuka pada hatimu, pada suara hati yang senantiasa menuntunmu. Atau engkau akan kehilangan dan ditinggalkan keindahan yang saat ini tengah engkau genggam!!.

Yasiro
Bekasi 16 June 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar